TUGAS KELOMPOK PENGANTAR BISNIS
DISUSUN OLEH:
1EB21
1. FAKHRANI RIZKI MAULIDA (27215616)
2. JUNIAR AULIA SAFITRI (23215636)
TUGAS MINGGU 7:
A.
PERKEMBANGAN MANAJEMEN PRODUKSI
Ilmu
manajemen berkembang hampir seumur dengan lamanya manusia menghuni bumi ini.
Banyak catatan membuktikan bahwa manajemen sudah di terapkan sejak jaman kuno.
Penafsiran tulisan kuno di Mesir yang di perkirakan di tulis tahun 1300 sebelum
masehi menunjukan bahwa organisasi dan administrasi negara telah di terapkan
oleh para pelaksana negara pada zaman kuno.
Sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagian dari manajemen itu
mengkhususkan diri untuk mengejar tujuannya masing-masing. Manajemen produksi
termasuk ke dalam bidang manajemen yang mengkhususkan tujuannya.
Manajemen produksi berkembang mengikuti perkembangan konsumsi masyaakat
terhadap produk yang di hasilkan.
Perkembangan
manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang menunjang
yaitu:
1.
Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
2.
Revolusi industri
3.
Perkembangan alat dan teknologi
4.
Perkembangan ilmu dan metode kerja
B. PENGERTIAN MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen
produksi merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting bagi kelangsungan
hidup perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk dapat juga berakibat pada
rendahnya mutu produk atau jasa yang di hasilkan, peran manajemen produksi
terasa sangat semakin penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan
produksi yang buruk mengakinatkan pemborosan dalam bentuk menumpuknya
persediaan.
Pengertian
manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu:
1.
Adanya orang
yang lebih dari satu
2.
Adanya tujuan yang ingin dicapai
3.
Orang yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan
tersebut
C. PENGERTIAN PRODUKSI
Para ahli
ekonomi mendefinisikan produksi sebagai “menghasilkan kekayaan melalui
eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan” atau bila kita
artikan secara konvensional, produksi adalah proses menghasilkan atau menambah
nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada.
Produksi
tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak
seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian ahli
ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi
berguna, disebut “dihasilkan”.
Produksi
bisa ditilik dari dua aspek; kajian positif terhadap hukum-hukum benda dan
hukum-hukum ekonomi yang menentukan fungsi produksi, dan kajian normatif yang
membahas dorongan-dorongan dan tujuan produksi. Pembahasan mengenai nilai,
norma, dan etika dalam produksi termasuk kedalam aspek normative yang banyak
dikaji oleh para ahli teori social.
Produksi adalah suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi
keluaran atau output. Dalam arti sempit produksi adalah kegiatan yang
menghasilkan barang baik barang setengah jadi, barang jadi, barang industri,
suku cadang, komponen penunjang.
D. PROSES PRODUKSI
Proses
produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:
1.
Berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2
bagian:
a)
Proses produksi terus menerus (Continuous production)
b)
Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten
Production)
2.
Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian:
a)
Proses ekstraktif
b)
Proses analitis
c)
Proses pengubahan
d)
Proses sintesis
E. PENGEMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI
Dilihat dari
kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu:
1.
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti.
2.
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung
resiko.
3.
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti.
4.
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul
karena pertentangan dengan keadaan lain.
F. RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI
1.
Perencanaan sistem produksi.
2.
Perencanaan produksi.
3.
Perencanaan lokasi produksi.
4.
Perencanaan letak fasilitas produksi.
5.
Perencanaan lingkungan kerja.
6.
Perencanaan standar produksi.
G. FUNGSI DAN SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI
1.
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan
operasi adalah:
a.
Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang
digunakan untuk pengolahan masukan (inputs).
b.
Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa
pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan
dijalankan sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan
efisien.
c.
Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan
pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam
satu dasar waktu atau tertentu.
d.
Pengendaian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk
menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga
maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada
kenyataannya dapat dilaksanakan.
2.
Sistem Produksi dan Operasi
Yang dimaksud dengan sistem adalah merupakan suatu rangkaian
unsur-unsur yang saling terkait dan dan tergantung serta saling
pengaruh-mempengaruhi satu dengan yang lainnya, yang keseluruhannya merupakan
suatu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatan bagi pencapaian suatu tujuan tertentu.
Sedangkan yang dimaksud dengan sistem produksi dan operasi adalah suatu
keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu dan menyeluruh
dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.
Sistem produksi tidak hanya terdapat pada industri
manufaktur, tetapi juga dalam industri jasa seperti perbankan, asuransi, pasar
swalayan dan rumah sakit. Sistem produksi dan operasi dalam industri jasa
menggunakan bauran yang berbeda dari masukan yang dipergunakan dalam industri
manufaktur.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel, menara microwave, station, computers dan operator telepon.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel, menara microwave, station, computers dan operator telepon.
H. Lokasi dan
Lay Out Pabrik
Tata ruang
pabrik juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting diperhatikan agar
suasana kerja menjadi baik. Sasaran tata ruang adalah untuk mengatur ruang agar
aliran proses produksi menjadi lancar, efisien dan menciptakan suasana kerja
yang menyenangkan dan mudah diawasi.
Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam tata ruang adalah sebagai berikut:
1.
Mudah dalam pengangkutan bahan baku maupun hasil
produksi.
2.
Bangunan pabrik sesuai dengan urutan proses.
3.
Demi keselatan kerja maka pada tempat-tempat yang
mudah terjadi kebakaran ditempatkan unit-unit pemadam kebakaran.
4.
Penyimpanan bahan baku, bahan pembantu dan hasil
produksi harus terletak pada lokasi yang terisolir, misalnya lem, atau bahan
kimia lainnya.
5.
Tersediannya ruang kosong untuk pembongkaran
alat-alat.
6.
Cukup ventilasi dan lubang-lubang sirkulasi udara.
7.
Distribusi air dan listrik harus se-efisien mungkin.
8.
Letak peralatan harus dibuat se-efisien mungkin sesuai
dengan alur proses produksi.
9.
Pengelompokan alat-alat yang sejenis untuk mempermudah
pengawasan dan pemeliharaan.
10. Pemasangan
pipa letaknya harus di ataur supaya tidak menganggu orang yang berjalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar